Bisnis Indonesia Online » Konsultasi



Konsultasi - Detail

Yul Iskandar

Yul Iskandar

Psikiater

Penderita schizophrenia

Tanya:

Dr Yul yth:
Saya karyawan (sarjana) usia 25 tahun, anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayah saya mengalami gangguan jiwa sejak saya masih kecil. Menurut dokter, ayah saya menderita schizophrenia. Apakah setiap penderita gangguan jiwa bisa dikategorikan sebagai pengidap schizoprenia? Apa yang membedakan schizophrenia dengan penyakit kejiwaan yang lain? Apakah tekanan hidup dan depresi bisa berkembang menjadi schizophrenia?

Terima kasih.

Sri Nug, Jakarta

Jawaban

Sdr Sri Nug. Yth.
Terima kasih atas pertanyaannya.

Schizophrenia merupakan salah satu kelainan jiwa berat yang sering ditemukan. Tidak semua gangguan jiwa berat adalah schizophrenia, tetapi schizophrenia pastilah suatu gangguan jiwa berat.

Gejala biasanya individual, berbeda dari orang ke orang, tetapi pada umumnya terdapat gejala gangguan pikiran, perasaan atau perilaku yang aneh dan tak masuk akal. Dia menjawab pertanyaan yang diajukan dengan mudah, tetapi pada saat yang bersamaan dia merasa ketakutan karena katanya ada sinar dari satelit yang memata-matai tingkah lakunya.

Penderita lain lebih menonjol kelainan emosi, emosi tidak wajar; dia dapat tertawa hanya dengan melihat kapal terbang, atau menangis sejadinya hanya karena uangnya hilang seribu rupiah. Penderita schizophrenia bisa mengalami delusi atau merasa dimata-matai oleh polisi. Beberapa pasien kesulitan berkonsentrasi dan ada halusinasi pendengaran atau penglihatan.

Tidak mudah membedakan berbagai gangguan jiwa berat. Yang termasuk dalam gangguan jiwa berat adalah penyakit manic-depressive, penyakit depresi psikotik dan ada beberapa gangguan lainnya. Secara garis besar gangguan schizophrenia sukar untuk sembuh (apalagi sudah kronik), sedangkan penyakit lain kadang-kadang bisa sembuh spontan (remisi).

Pengobatan utama adalah pemberian obat-obat anti psikotik. Terapi elektrokonvulsif (ECT) kadang-kadang diberikan pada kasus yang sulit dan tak mau makan obat. Obat-obatan biasanya diberikan selama beberapa bulan, sampai beberapa tahun. Bila gejala berkurang, terapi psikologis harus segera dimulai, termasuk diskusi kelompok. Baik pula dilakukan terapi olahraga, dan terapi kerja dan keterlibatan dalam acara sosial.

Berbeda dengan pendapat umum, schizophrenia tidak bisa disebabkan oleh tekanan hidup atau stres yang hebat. Perlu diketahui pula bahwa penyakit yang satu tidak akan menjadi penyakit yang lain, misalnya seorang penderita depresi tidak akan bisa berkembang menjadi schizophrenia. Kedua penyakit itu sangat berbeda, tetapi kadang-kadang gejala dari luar hampir mirip.

bisnis.com

 

Konsultasi »

  • Trust receipt

    Saul Daniel Rumeser
    Member of Consulting Group International Chamber of Commerce

  • Sakit kepala menjelang haid

    Dadang Arief Primana
    Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga

  • Siapa yang harus daftarkan karakter kartun?

    Rudi Agustian Hassim
    Ambrosius International Patent RAH & Partners Law Firm Member of International Trademark Association (INTA-New York)

  • Discrepancy yang menguntungkan eksportir

    Saul Daniel Rumeser
    Member of Consulting Group International Chamber of Commerce

Komentar

Beri Komentar
















BISNIS INDONESIA

Hak Cipta © 2007 - 2010 - PT Jurnalindo Aksara Grafika